Lewati ke isi

Employees — Konfigurasi

Panduan setup dan konfigurasi modul Employees untuk Administrator. Halaman ini mencakup pengaturan master data yang harus disiapkan sebelum pengguna dapat menggunakan modul Employees secara penuh.

Untuk mengakses menu konfigurasi, buka modul Employees lalu klik menu Configuration di bagian atas.


Activity Plan

Fitur ini digunakan untuk membuat rencana aktivitas yang akan ditugaskan secara otomatis kepada karyawan, misalnya aktivitas onboarding untuk karyawan baru.

  1. Klik Configuration › Activity Plan kemudian klik New.

  2. Isi detail halaman:

    • Plan Name — nama rencana aktivitas (contoh: "Onboarding Karyawan Baru")
    • Model — model yang terhubung dengan rencana ini (Employee)
    • Activities — klik Add a line untuk menambahkan aktivitas:
      • Activity Type — tipe aktivitas (Email, To-Do, Meeting, dll.)
      • Summary — ringkasan aktivitas
      • Assign To — tentukan siapa yang bertanggung jawab
      • Delay Count — jumlah hari setelah tanggal referensi
  3. Klik Save.

Info

Activity Plan memudahkan HR untuk memastikan seluruh proses onboarding atau offboarding berjalan konsisten tanpa ada langkah yang terlewat.


Employee

Submenu konfigurasi di bawah kategori Employee mencakup pengaturan lokasi kerja, alasan keluar, tag, dan tipe keahlian.

Work Locations

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan lokasi kerja yang dapat dipilih pada form karyawan di tab Work Information.

  1. Klik Configuration › Work Locations kemudian klik New.

  2. Isi field berikut:

    • Work Location Name — nama lokasi kerja (contoh: "Kantor Jakarta", "WFH", "Cabang Surabaya")
    • Location Type — tipe lokasi: Home (rumah/remote), Office (kantor), atau Other
    • Work Address — alamat lengkap lokasi kerja (pilih dari daftar kontak yang tersedia)
  3. Klik Save.

Tip

Buat lokasi kerja untuk setiap kantor cabang atau opsi kerja remote agar data penempatan karyawan lebih terstruktur.

Departure Reasons

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan alasan keluar (pengunduran diri, PHK, pensiun, dll.) yang akan dipilih saat mengarsipkan karyawan.

  1. Klik Configuration › Departure Reasons kemudian klik New.

  2. Isi field berikut:

    • Reason — nama alasan keluar (contoh: "Resigned", "Contract End", "Retirement", "Termination")
    • Departure Reason Code — kode unik alasan keluar
  3. Klik Save.

Info

Departure Reasons digunakan oleh sistem saat karyawan diarsipkan. Data ini penting untuk laporan turnover karyawan.

Tags

Fitur ini digunakan untuk membuat label/tag yang dapat ditambahkan ke profil karyawan untuk keperluan pengelompokan atau pencarian.

  1. Klik Configuration › Tags kemudian klik New.

  2. Isi field Tag Name dengan nama tag yang diinginkan (contoh: "Full Stack Developer", "Leadership Program", "BPJS Ketenagakerjaan").

  3. Klik Save.

Tip

Gunakan tag untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan program, keterampilan khusus, atau kategori lain yang tidak tercakup oleh departemen atau job position.

Skill Types

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan kategori dan jenis keahlian yang dapat direkam pada tab Resume di form karyawan.

  1. Klik Configuration › Skill Types kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Skill Type — nama kategori keahlian (contoh: "Technical", "Languages", "Management")
    • Skills — klik Add a line untuk menambahkan skill spesifik dalam kategori ini (contoh: dalam "Languages": English, Mandarin, Japanese)
    • Levels — klik Add a line untuk mendefinisikan tingkatan keahlian (contoh: Beginner, Intermediate, Advanced, Expert) beserta Progress (persentase 0–100%)
    • Default Level — pilih level default yang akan digunakan saat karyawan baru menambahkan skill
  3. Klik Save.

Info

Skill Types adalah fondasi dari fitur Skills Reporting. Semakin lengkap konfigurasi Skill Types, semakin berguna laporan pemetaan kompetensi karyawan.


Recruitment

Submenu konfigurasi di bawah kategori Recruitment mencakup pengaturan job positions dan tipe kepegawaian.

Job Positions

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan posisi pekerjaan yang tersedia di perusahaan. Job Position digunakan pada form karyawan dan proses rekrutmen.

  1. Klik Configuration › Job Positions (atau akses melalui Recruitment › Job Positions) kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Job Position — nama posisi/jabatan (contoh: "Software Engineer", "Finance Manager")
    • Department — departemen tempat posisi ini berada
    • Company — nama perusahaan
    • Expected New Employees — jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk posisi ini
    • Job Description (tab) — deskripsi pekerjaan detail untuk posisi ini
  3. Klik Save.

Tip

Isi Job Description secara lengkap karena deskripsi ini akan digunakan sebagai template saat membuka lowongan rekrutmen untuk posisi yang sama.

Info

Smart button pada halaman Job Position dapat digunakan untuk melihat jumlah karyawan aktif dan pipeline rekrutmen untuk posisi tersebut.

Employment Types

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan tipe kepegawaian atau kategori kontrak yang berlaku di perusahaan.

  1. Klik Configuration › Employment Types kemudian klik New.

  2. Isi field:

    • Name — nama tipe kepegawaian (contoh: "Karyawan Tetap", "Karyawan Kontrak", "Magang", "Freelance")
    • Country — negara tempat tipe ini berlaku
  3. Klik Save.

Info

Employment Types digunakan pada form kontrak karyawan untuk mengkategorikan jenis hubungan kerja yang berlaku.


Settings

Halaman Settings pada modul Employees berisi konfigurasi global yang mengatur perilaku modul secara keseluruhan.

  1. Klik Configuration › Settings.

  2. Konfigurasi yang tersedia antara lain:

    • Employee Localization — pilih lokalisasi/negara yang mempengaruhi aturan kontrak dan penggajian
    • Skills — aktifkan fitur pelacakan keahlian karyawan
    • Work Permit — aktifkan pelacakan izin kerja untuk karyawan asing
    • Org Chart — aktifkan tampilan bagan organisasi
  3. Klik Save untuk menyimpan perubahan.

Warning

Perubahan pada Settings berlaku secara global untuk seluruh pengguna modul Employees. Pastikan mengkomunikasikan perubahan kepada tim HR sebelum menyimpan.


Resume

Line Types

Fitur ini digunakan untuk mendefinisikan kategori entri pada bagian Resume karyawan.

  1. Klik Configuration › Resume › Line Types kemudian klik New.

  2. Isi field Name dengan kategori resume (contoh: "Education", "Work Experience", "Internal Training", "Certification", "Project").

  3. Klik Save.

Info

Line Types menentukan kategori yang tersedia saat karyawan atau HR menambahkan entri di tab Resume pada form karyawan.


Challenges

Submenu Challenges berisi konfigurasi sistem gamifikasi (tantangan, lencana, dan tujuan) yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan.

Info

Fitur Challenges merupakan fitur opsional. Hubungi Administrator sistem untuk mengaktifkan modul gamifikasi jika diperlukan.

Badges

Fitur ini digunakan untuk membuat lencana penghargaan yang dapat diberikan kepada karyawan atas pencapaian tertentu.

  1. Klik Configuration › Challenges › Badges kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Badge Name — nama lencana (contoh: "Top Performer", "Best Attendance", "Innovation Award")
    • Description — deskripsi lencana dan kriteria pemberiannya
    • Image — klik untuk mengunggah gambar/ikon lencana
    • Allowance — atur batasan pemberian lencana (siapa yang dapat memberikan, berapa kali per bulan)
  3. Klik Save.

Challenges

Fitur ini digunakan untuk membuat tantangan dengan target yang harus dicapai karyawan untuk mendapatkan lencana atau penghargaan.

  1. Klik Configuration › Challenges › Challenges kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Challenge Name — nama tantangan
    • Manager — penanggung jawab tantangan
    • Periodicity — frekuensi tantangan (Daily, Weekly, Monthly)
    • Start Date / End Date — periode tantangan
    • Challenge Category — kategori tantangan
    • Lines — klik Add a line untuk menambahkan tujuan (Goal) yang harus dicapai
  3. Klik Save, lalu klik Start Challenge untuk mengaktifkan.

Goals History

Menampilkan riwayat pencapaian tujuan (goals) dari seluruh tantangan yang pernah berjalan.

  1. Klik Configuration › Challenges › Goals History.

  2. Daftar menampilkan karyawan, tujuan yang dikejar, nilai saat ini, nilai target, dan status pencapaian.


Contracts

Working Schedules

Fitur ini digunakan untuk membuat jadwal kerja (shift) yang akan digunakan pada form kontrak karyawan dan modul Attendances.

  1. Klik Configuration › Contracts › Working Schedules kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Working Schedule Name — nama jadwal kerja (contoh: "Senin–Jumat 08:00–17:00", "Shift Pagi", "Shift Malam")
    • Company — nama perusahaan
    • Timezone — zona waktu jadwal kerja
    • Company Time Off — ceklis untuk mengaitkan jadwal dengan hari libur perusahaan
    • Flexible Hours — ceklis jika jadwal bersifat fleksibel tanpa jam tetap
    • Average Hour per Day — rata-rata jam kerja per hari
  3. Pada tab Working Hours, klik Add a line untuk setiap sesi waktu kerja:

    • Day of Week — pilih hari (Monday, Tuesday, dll.)
    • Day Period — Morning atau Afternoon
    • Work Entry Type — tipe entri kerja (Attendance, dll.)
    • Hour From — jam mulai sesi kerja
    • Hour To — jam selesai sesi kerja
  4. Klik Save.

Tip

Buat Working Schedule terpisah untuk setiap pola shift yang ada di perusahaan (shift pagi, shift malam, jam kantor reguler, dll.). Karyawan dapat memiliki jadwal yang berbeda sesuai kontrak masing-masing.

Warning

Perubahan pada Working Schedule yang sedang aktif digunakan karyawan dapat mempengaruhi perhitungan kehadiran. Lakukan perubahan dengan hati-hati dan komunikasikan kepada karyawan terkait.


Departments

Fitur ini digunakan untuk membuat dan mengelola struktur departemen perusahaan.

  1. Klik Configuration › Departments kemudian klik New.

  2. Isi detail form:

    • Department Name — nama departemen (contoh: "Finance", "Human Resources", "Engineering")
    • Manager — nama karyawan yang menjabat sebagai manager departemen
    • Parent Department — pilih departemen induk jika ini merupakan sub-departemen
    • Company — nama perusahaan
  3. Klik Save.

Info

Struktur Parent Department digunakan untuk membangun hierarki organisasi yang divisualisasikan pada Org Chart. Departemen tanpa Parent Department akan tampil sebagai departemen tingkat pertama.