Inventory — Konfigurasi¶
Panduan setup dan konfigurasi modul Inventory untuk administrator. Halaman ini mencakup pengaturan gudang, lokasi, tipe operasi, rute, aturan replenishment, kategori produk, serta pengaturan sistem lainnya.
Untuk membuka konfigurasi, masuk ke modul Inventory lalu klik menu Configuration di navigation bar atas.
Settings¶
Menu Settings berisi semua pengaturan sistem untuk modul Inventory. Perubahan pada halaman ini akan memengaruhi perilaku seluruh operasi inventory.
Menu ini berada di Configuration › Settings.
Beberapa pengaturan penting yang tersedia:
| Kategori | Pengaturan | Keterangan |
|---|---|---|
| Warehouse | Storage Locations | Aktifkan untuk menggunakan multi-lokasi dalam satu gudang |
| Warehouse | Multi-Step Routes | Aktifkan untuk mengonfigurasi rute penerimaan/pengiriman multi-tahap |
| Traceability | Lots & Serial Numbers | Aktifkan untuk melacak produk per lot atau serial number |
| Traceability | Packages | Aktifkan untuk menggunakan paket fisik dalam transfer |
| Operations | Storage Categories | Aktifkan untuk mengatur kapasitas dan kategori lokasi penyimpanan |
| Valuation | Inventory Valuation | Pilih metode penilaian stok (Manual atau otomatis terintegrasi Accounting) |
Warning
Beberapa pengaturan tidak dapat dinonaktifkan kembali setelah data sudah dimasukkan ke sistem. Rencanakan konfigurasi dengan cermat sebelum mengaktifkan fitur baru.
Warehouse Management¶
Warehouses¶
Menu ini digunakan untuk mendaftarkan dan mengonfigurasi gudang yang digunakan perusahaan. Menu ini berada di Configuration › Warehouses.
Cara membuat warehouse baru:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Warehouse Name — nama gudang (contoh: Gudang Utama Jakarta)
- Short Name — kode singkat gudang, maks 5 karakter (contoh: GUJ) — digunakan sebagai prefiks pada kode lokasi dan dokumen
- Company — perusahaan pemilik gudang
- Pada tab Warehouse Configuration, pilih jenis rute untuk Incoming Shipments dan Outgoing Shipments:
- Receive in 1 step / Ship in 1 step — langsung ke/dari lokasi stok utama
- Receive in 2 steps — melalui area input terlebih dahulu
- Receive in 3 steps — melalui input → quality control → stok
- Ship in 2 steps — ambil (pick) dulu ke area output, baru kirim
- Ship in 3 steps — ambil → kemas → kirim
- Klik Save. Sistem akan otomatis membuat lokasi dan operation type yang diperlukan.
Info
Setiap warehouse yang dibuat akan otomatis memiliki lokasi Stock, Input, Output, dan Quality Control (jika menggunakan rute multi-step).
Locations¶
Menu ini digunakan untuk mendaftarkan dan mengelola lokasi penyimpanan di dalam gudang. Menu ini berada di Configuration › Locations.
Lokasi tersusun secara hierarkis — setiap lokasi memiliki parent location. Tipe lokasi yang tersedia:
| Tipe | Keterangan |
|---|---|
| Internal | Lokasi fisik di dalam gudang (rak, lantai, laci, dll.) |
| View | Lokasi virtual sebagai pengelompok — tidak digunakan langsung dalam transaksi |
| Input | Lokasi penerimaan sementara sebelum disimpan ke stok |
| Output | Lokasi pengeluaran sementara sebelum dikirim |
| Customer | Lokasi virtual untuk tujuan pengiriman ke pelanggan |
| Vendor/Supplier | Lokasi virtual untuk asal penerimaan dari pemasok |
| Inventory Adjustments | Lokasi virtual untuk selisih penyesuaian stok |
| Production | Lokasi virtual untuk konsumsi dan produksi material |
| Transit | Lokasi untuk transfer antar gudang yang memerlukan konfirmasi di tujuan |
Cara membuat lokasi baru:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Location Name — nama lokasi (contoh: Rak A-01)
- Parent Location — pilih lokasi induk (contoh: WH/Stock)
- Location Type — pilih tipe yang sesuai
- Is Scrap Location? — centang jika lokasi ini digunakan untuk menyimpan barang scrap
- Is Return Location? — centang jika lokasi ini digunakan untuk menerima retur
- Klik Save.
Tip
Gunakan hierarki lokasi yang logis untuk memudahkan penelusuran stok. Contoh: WH/Stock/Gudang A/Rak A-01/Level 1.
Operations Types¶
Menu ini digunakan untuk mendaftarkan tipe operasi yang menentukan jenis pergerakan barang. Menu ini berada di Configuration › Operations Types.
Setiap warehouse secara default sudah memiliki operation type: Receipts, Delivery Orders, dan Internal Transfers.
Cara membuat operation type baru:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Name — nama operation type (contoh: Retur dari Pelanggan)
- Type of Operation — pilih jenis:
- Incoming — penerimaan barang (stok bertambah)
- Outgoing — pengeluaran barang (stok berkurang)
- Internal — perpindahan internal (stok berpindah lokasi)
- Manufacturing — untuk operasi produksi
- Sequence — kode prefix dokumen
- Default Source Location — lokasi asal default
- Default Destination Location — lokasi tujuan default
- Warehouse — gudang yang menggunakan operation type ini
- Pada tab Additional Operations, konfigurasikan:
- Reservation Method — kapan stok direservasi (At Confirmation, Before Scheduled Date, Manual)
- Create Backorder — apakah sistem otomatis membuat backorder saat kuantitas tidak terpenuhi
- Klik Save.
Routes¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan rute pergerakan barang — urutan operation type yang dilalui barang dari asal hingga tujuan. Menu ini berada di Configuration › Routes.
Rute yang umum digunakan:
- Resupply on Order (MTO) — barang dibeli/diproduksi setelah ada permintaan
- Buy — barang dipesan dari pemasok saat dibutuhkan
- 2-Step Reception — barang diterima ke area input, lalu dipindahkan ke stok
- 2-Step Delivery — barang diambil dari stok ke area output, lalu dikirim
Cara membuat route baru:
- Klik New.
- Isi nama route dan tentukan di mana route ini dapat diterapkan (pada produk, kategori produk, warehouse, atau sales order line).
- Pada tab Rules, tambahkan aturan (rules) yang menentukan operation type dan lokasi pada setiap tahap pergerakan.
- Klik Save.
Info
Rute yang sudah ada secara default sebaiknya tidak diubah. Buat route baru jika ada kebutuhan alur operasi yang berbeda.
Putaway Rules¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan di mana suatu produk atau kategori produk secara otomatis ditempatkan saat diterima ke suatu lokasi. Menu ini berada di Configuration › Putaway Rules.
Putaway rules berguna untuk mengarahkan barang secara otomatis ke lokasi rak yang tepat tanpa harus diatur manual saat penerimaan.
Cara membuat putaway rule:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Product atau Product Category — produk atau kategori yang aturannya diterapkan (isi salah satu atau keduanya)
- When product arrives in — lokasi penerimaan (contoh: WH/Input)
- Store to — lokasi tujuan penyimpanan spesifik (contoh: WH/Stock/Rak A-01)
- Company — perusahaan terkait
- Klik Save.
Tip
Putaway rules dengan Product lebih spesifik daripada aturan berdasarkan Product Category. Jika keduanya ada, aturan produk yang lebih spesifik akan diprioritaskan.
Storage Categories¶
Menu ini digunakan untuk mengkategorikan lokasi penyimpanan berdasarkan kapasitas atau karakteristik fisiknya, misalnya: rak biasa, rak pendingin, atau area khusus bahan berbahaya. Menu ini berada di Configuration › Storage Categories.
Prasyarat
Fitur Storage Categories harus diaktifkan terlebih dahulu di Configuration › Settings › Operations › Storage Categories.
Storage Category dapat dikaitkan dengan Putaway Rules untuk memastikan produk hanya disimpan di lokasi yang sesuai kapasitas dan jenis penyimpanannya.
Cara membuat storage category:
- Klik New.
- Isi Name — nama kategori penyimpanan (contoh: "Rak Dingin", "Rak Bahan Kimia").
- Isi Capacity by Weight (batas berat maksimum) atau Capacity by Volume (batas volume) jika ingin membatasi kapasitas lokasi berdasarkan kategori ini.
- Pada bagian Package Restrictions, tentukan jenis paket (Package Types) yang diperbolehkan disimpan pada kategori ini.
- Klik Save.
Rules¶
Menu ini menampilkan semua reorder rules (aturan pengisian stok otomatis). Menu ini berada di Configuration › Rules.
Cara membuat reorder rule:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Product — produk yang diatur
- Route — rute yang digunakan (contoh: Buy, Manufacture)
- Location — lokasi stok yang dipantau
- Min Quantity — batas minimum stok yang memicu replenishment
- Max Quantity — target kuantitas setelah replenishment
- Multiple Quantity — kelipatan jumlah yang diorder (opsional)
- Klik Save.
Info
Reorder rules dieksekusi secara manual melalui Operations › Replenishment atau secara otomatis menggunakan Run Scheduler (jika dijadwalkan).
Products¶
Product Categories¶
Menu ini digunakan untuk mengelola kategori produk. Kategori memengaruhi pengaturan akuntansi (akun stok, COGS, dll.) dan metode valuasi. Menu ini berada di Configuration › Product Categories.
Cara membuat kategori produk:
-
Klik New.
-
Isi field berikut:
- Name — nama kategori
- Parent Category — kategori induk (untuk membuat hierarki)
- Costing Method — metode penilaian stok:
- Standard Price — harga tetap yang ditentukan manual
- Average Cost (AVCO) — rata-rata tertimbang dari harga pembelian
- First In First Out (FIFO) — barang yang pertama masuk, pertama dihitung keluar
- Inventory Valuation — pilih Manual (dicatat manual di jurnal) atau Automated (otomatis terintegrasi Accounting)
- Account Properties — akun-akun yang digunakan untuk jurnal inventory (jika Automated Valuation diaktifkan)
- Klik Save.
Warning
Mengubah Costing Method pada kategori produk yang sudah memiliki stok aktif dapat menyebabkan perbedaan nilai inventori. Lakukan perubahan ini hanya pada awal implementasi atau setelah berkonsultasi dengan tim akunting.
Attributes¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan atribut produk yang digunakan untuk membuat varian. Contoh atribut: Warna, Ukuran, Material. Menu ini berada di Configuration › Attributes.
Cara membuat atribut:
- Klik New.
- Isi Attribute Name dan tentukan Display Type (Radio, Select, Color, Multi-checkbox).
- Pada tab Values, tambahkan nilai-nilai atribut (contoh: untuk Ukuran — S, M, L, XL).
- Klik Save.
Barcode Nomenclatures¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan format barcode yang digunakan dalam operasional gudang, khususnya jika menggunakan scanner barcode atau modul Barcode Odoo. Dengan mendefinisikan nomenclature (tata nama), sistem dapat membaca dan menginterpretasikan barcode dari berbagai format (GS1, EAN, kode internal) secara otomatis. Menu ini berada di Configuration › Barcode Nomenclatures.
Pengaturan di halaman ini hanya perlu diubah jika perusahaan menggunakan format barcode khusus yang berbeda dari standar. Untuk sebagian besar perusahaan, konfigurasi default sudah mencukupi.
Info
Jika menggunakan modul Barcode Odoo untuk operasional gudang (scan penerimaan, picking, dll.), pastikan format barcode produk sesuai dengan nomenclature yang dikonfigurasi di sini.
Product Packagings¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan jenis kemasan produk beserta konversi kuantitasnya. Fitur ini berguna saat produk dijual atau diterima dalam satuan kemasan yang berbeda dari satuan stok. Menu ini berada di Configuration › Product Packagings.
Contoh: produk "Minyak Goreng" dapat memiliki kemasan botol 1L, karton isi 12 botol, dan palet isi 48 karton. Setiap kemasan memiliki kuantitas konversi yang berbeda.
Cara menambahkan packaging:
- Klik New atau buka produk yang ingin ditambahkan packaging-nya.
- Di form produk, buka tab Inventory, lalu temukan bagian Packaging.
- Klik Add a line dan isi:
- Package Type — nama kemasan (contoh: Karton, Palet)
- Contained Quantity — berapa unit yang terkandung dalam kemasan ini (contoh: 12 untuk karton isi 12)
- Barcode — barcode kemasan jika ada
- Klik Save.
Info
Setelah packaging dikonfigurasi, pengguna bisa memilih satuan kemasan saat membuat Sales Order atau Purchase Order, dan sistem akan otomatis mengonversi ke satuan stok dasar.
Units of Measures¶
UoM Categories¶
Menu ini digunakan untuk mengelola kategori satuan ukuran (Unit of Measure / UoM). Kategori mengelompokkan satuan-satuan yang bisa dikonversi satu sama lain — misalnya kilogram, gram, dan ton semuanya masuk dalam kategori "Berat". Menu ini berada di Configuration › UoM Categories.
Info
Menu ini hanya muncul jika fitur Units of Measure sudah diaktifkan di Settings. Aktifkan fitur ini di Inventory › Configuration › Settings atau di Sales/Purchase › Configuration › Settings.
Setiap kategori UoM berisi satuan-satuan yang dapat dikonversi satu sama lain. Contoh: - Kategori Weight (Berat): kg, g, lb, oz - Kategori Volume (Volume): L, mL, gallon - Kategori Unit (Satuan): unit, dozen, gross
Cara membuat UoM Category baru:
- Klik New.
- Isi Category Name (nama kategori, contoh: "Panjang").
- Pada tab Units of Measure, tambahkan satuan yang termasuk dalam kategori ini:
- Klik Add a line.
- Isi Name — nama satuan (contoh: meter).
- Pilih Type: Reference Unit of Measure (satuan dasar/referensi), Bigger than the reference (lebih besar), atau Smaller than the reference (lebih kecil).
- Isi Ratio — faktor konversi terhadap satuan referensi (contoh: 1 km = 1000 × meter, maka ratio = 1000).
- Klik Save.
Tip
Setiap kategori harus memiliki tepat satu satuan bertipe Reference. Satuan lain dihitung berdasarkan rasio terhadap satuan referensi tersebut.
Delivery¶
Package Types¶
Menu ini digunakan untuk mendefinisikan jenis kemasan pengiriman (palet, karton, kontainer, dll.) beserta dimensi dan berat maksimumnya. Menu ini berada di Configuration › Package Types.
Cara membuat package type:
- Klik New.
- Isi Name (nama jenis kemasan), Max Weight, dan dimensi (panjang, lebar, tinggi) jika relevan.
- Klik Save.
Info
Package Types digunakan saat membuat paket pada proses pengiriman, khususnya untuk mengoptimalkan pengepakan barang sebelum dikirim.
Checklist Konfigurasi Awal¶
Berikut urutan konfigurasi yang disarankan saat pertama kali menyiapkan modul Inventory:
- Settings — aktifkan fitur yang diperlukan (multi-lokasi, lot/serial, packages, UoM)
- Warehouses — daftarkan semua gudang beserta konfigurasi rute penerimaan dan pengiriman
- Locations — buat hierarki lokasi di dalam setiap gudang
- Operation Types — verifikasi operation type yang dibuat otomatis, tambah jika ada kebutuhan khusus
- Routes — konfigurasikan rute jika menggunakan alur multi-step
- Putaway Rules — atur penempatan otomatis produk ke lokasi yang tepat
- Product Categories — atur costing method dan akun valuasi
- Attributes — daftarkan atribut untuk produk yang memiliki varian
- UoM Categories — pastikan semua satuan ukuran sudah terdaftar
- Reorder Rules — atur batas minimum stok untuk produk-produk kritis
- Package Types — daftarkan jenis kemasan jika menggunakan fitur Packages
Tip
Sebelum go-live, lakukan uji coba alur lengkap: buat Purchase Order → validasi Receipt → lakukan Delivery → cek laporan stok. Pastikan semua berjalan sesuai konfigurasi.